Headlines News :
Showing posts with label Bisnis Makanan. Show all posts
Showing posts with label Bisnis Makanan. Show all posts

Tri Yogo Utomo, Sukses dengan Menu Bebek Bakar


bebekbakar0812Mengalami kegagalan dua kali di bisnis kuliner angkringan dan makanan Jepang menjadi jalan sukses Tri Yogo Utomo membangun bisnis kuliner bebek di Pontianak. Mengusung merek "Bebek Bakar Merindu," kini bisnis kulinernya terus berkembang dan kian ramai pelanggannya.

Sebelum memilih usaha kuliner bebek, Theo, sapaan akrabnya, memulai usaha kulinernya pada tahun 2011.

“Mulai usaha kuliner dari tahun kemarin, tepatnya bulan puasa tahun lalu, awalnya dengan modal seadanya buka angkringan, cuma sewa halaman parkir White House seberang Megamal,” kata anak ketiga dari empat bersaudara ini.

Sekitar dua bulan berjalan, dari keuntungan angkringan itu ia coba mengembangkan usaha kuliner lainnya. Bergabung dengan temannya, Theo membuka makanan Jepang di Jalan Podomoro.

Namun sekitar empat bulan berjalan, akhirnya usaha angkringan gulung tikar. Penyebabnya dikarenakan usahanya terlalu berpatokan pada cuaca. Jadi kalau hujan tidak buka. Dan pada saat itu pas musim hujan sampai akhir tahun. Lebih parah lagi dengan katsunya. Gulung tikar karena sistemnya yang salah.

“Nah dari dua pengalaman itu mulai berani buka yang lebih besar, dengan modal pinjam bank,” kata pemuda 23 tahun ini.

Menurut Theo mengapa ia memilih usaha kuliner mungkin karena dari orang tua juga. Terkadang, orang tuanya suka menerima pesanan katering acara pernikahan keluarga dan orang dekat. Soalnya memang bukan usaha yang difokuskan. Dan pilihannya di kuliner bebek dikarenakan di Pontianak masih sepi resto dengan konsep bebek.

Soal pemilihan nama Bebek Bakar Merindu, Theo punya alasan tersendiri. “Sebenarnya namanya bebek bakar merindu disingkat BBM. Nah, biar mudah diingat saja pakai istilah BBM. Dan dimasukin kata ‘merindu’ biar sedikit nyentil di telinga konsumen,” ungkapnya seperti dilansir Harian Rakyat Kalbar.

Jika ingin coba menikmati nikmati Bebek Bakar Merindu, banyak menu yang disediakan. Tak hanya bebek, menu ayam juga ada. Menu andalan yang harus dicoba adalah bebek rindu membara, bebek rindu melepuh, bebek rindu manis manja.

Ayam juga begitu. Ada ayam rindu membara, ayam rindu melepuh, dan ayam rindu manis manja. Dari namanya saja sudah menggugah selera. Apalagi rasanya.

Dan di antara menu yang ada, yang paling banyak minat konsumen itu bebek rindu membara dan ayam manis manja. Soal harga, semuanya terjangkau. Sesuai mottonya Rasa Gedongan Harga Lamongan. Harga untuk semua menu ayam Rp 16 ribu, bebek Rp 25 ribu,

Bebek Bakar Merindu buka setiap hari dari jam 10.00 pagi sampai 23.00. Bagi yang ingin layanan pesan antar maupun katering BBM juga melayani. Alamat Jalan Jend Urip No 83 (depan SMP 1) atau bisa menghubungi langsung di nomor 085750466936.

Hampir dua bulan berjalan, usaha kuliner BBM terus mendapat tempat tersendiri di kalangan konsumen. Konsumen yang datang di luar ekspektasi. Konsumen juga sering memberi masukan buat BBM ke depannya sehingga kian berkembang.

Untuk menciptakan daya saing, yang paling penting adalah soal rasa dan inovasi di menu. Demikian pula pelayanan juga diperhatikan. Khawatirnya konsumen tidak betah dengan pelayanannya.

Istimewanya BBM dibandingkan usaha serupa adalah soal harganya. “Harganya yang istimewa, seperti slogan kita Rasa Gedongan, Harga Lamongan,” ujar Theo

Soal promo, saat ini BBM masih dipromosikan via online seperti broadcast, media sosial Twitter dan Facebook.
Sumber Gambar: http://www.ciputraentrepreneurship.com/images/stories/news/agst12/bebekbakar0812.jpg

“Kita belum sebar flyer atau promo lainnya kayak radio dan koran. Belum ada biaya kemarin,” tuturnya.

Menjadi Jutawan Karena Usaha Gorengan


Kendati usianya masih muda, Riyadh Ramadhan sudah berani memulai usaha. Di usia 19 tahun, ia sudah memiliki bisnis gorengan di Surabaya dengan omzet ratusan juta per bulan. Bisnis ini dirintisnya tahun 2009, saat ia masih berusia 16 tahun.

gocrunz0812Saat itu, ia baru duduk di kelas satu sekolah menengah atas (SMA). Lantaran usianya yang masih belia, ia pernah dinobatkan sebagai Entrepreneur Termuda 2010 versi Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah.

Riyadh memulai bisnis secara autodidak. Semua berawal dari kegemarannya memasak. Suatu ketika, naluri bisnisnya bangkit setelah melihat peluang usaha gorengan. "Saya melihat di Surabaya banyak penjual gorengan, lalu saya berpikir untuk membikin sendiri," kata Riyadh.

Keinginan untuk berbisnis itu kemudian diutarakannya kepada kedua orangtuanya. Walau masih muda, orangtua Riyadh menyambut baik keinginan anaknya itu untuk berbisnis. Kebetulan, orangtua Riyadh memang memiliki jiwa bisnis.

Mereka berprofesi sebagai wiraswasta. Namun, usaha yang mereka kelola bukan bergerak di bidang makanan. "Mereka mengelola lembaga pendidikan," ujar Riyadh.

Tekad Riyadh Ramadhan untuk memiliki bisnis di usia muda sangat kuat. Karena tekad yang kuat itu, ia pun tak risih meski harus harus memulai usaha dari menjajakan gorengan di sekolahnya.

Riyadh memang mengawali kesuksesan bisnisnya sebagai penjual gorengan. Pertama menjadi penjual gorengan, dia membidik teman-teman sekelasnya sebagai konsumen.

Setiap jam istirahat sekolah, Riyadh tidak sungkan mengeluarkan dagangan yang ia bawa setiap hari dari rumah. Sebagai remaja yang baru duduk di bangku sekolah menengah atas (SMA), sebenarnya dia agak canggung dan malu berjualan di sekolahnya.

Apalagi, Riyadh juga sering menjadi bahan olok-olokan dari teman-teman sekolahnya. "Beberapa nada sumbang berupa ejekan sempat terdengar dari teman," kenangnya.

Bukannya berhenti, makin lama makin banyak teman yang mengejeknya sebagai penjual gorengan. Awalnya, ia sempat minder dan ingin mundur dari bisnisnya itu.

Namun, Riyadh tetap berpikir positif bahwa apa yang ia lakukan sudah tepat. Lagi pula, dia merasa tidak ada yang dirugikan dari bisnisnya itu.
Sementara bila mundur, keinginannya untuk memiliki usaha akan pupus. "Orangtua saya juga sering menguatkan mental saya untuk tidak mundur hanya karena mendapat ejekan dari teman," ujarnya.
Orangtua saya juga sering menguatkan mental saya untuk tidak mundur hanya karena mendapat ejekan dari teman

Atas dorongan orang tuanya, Riyadh berusaha membuang jauh-jauh semua perasaan sakit hati yang ia alami di sekolah. Namun, seiring berjalannya waktu, justru banyak temannya yang mulai menyukai gorengannya. Bahkan,teman-teman yang tidak sekelas dengannya juga ikutan meminati gorengan buatan Riyadh.

Lantaran pesanan gorengannya makin banyak, ia selalu berusaha bangun tidur lebih awal untuk mempersiapakan dagangannya. Riyadh selalu bangun tidur jam tiga dinihari setiap hari. Di pagi buta itu, dia menyiapkan semua bahan yang diperlukan, termasuk meracik sendiri tepung gorengannya. "Saya menjalani semuanya dengan semangat," katanya.

Selama setahun menjajakan gorengan di sekolah, ia pun mulai terpikir untuk mengembangkan usahanya. Hingga suatu saat Riyadh menemukan ide untuk membuka kafe di mal.

Lagi-lagi, orangtuanya mendukung penuh rencananya tersebut. Berbekal keuntungan usaha selama setahun serta sokongan dana dari orangtuanya, Riyadh pun mulai merintis pendirian kafe di salah satu mal di Surabaya.

Riyadh memberi nama kafe itu Go Crunz, yang sampai sekarang masih menjadi label usahanya. Di kafe itu ia menyediakan menu gorengan, seperti kentang, jamur, ayam, dan otak-otak ikan. Selain gorengan, ia juga menyediakan beragam pilihan minuman. Tak ingin mengecewakan orangtua yang sudah mendukungnya dan juga tanggung jawab terhadap diri sendiri karena uang tabungannya ludes untuk modal usaha, Riyadh pun total di bisnis ini.

Dengan label Go Crunz, ia menawarkan menu gorengan, seperti kentang, jamur, dan ayam, hingga otak-otak ikan. "Total ada sembilan menu gorengan," katanya.

Gorengan itu dibanderol Rp 6.000-Rp 9.000 per kotak. Setiap kotak berisi empat sampai lima gorengan. Ternyata, banyak yang menyukai gorengan buatan Riyadh. Lalu dia membuka dua gerai lagi dengan konsep booth.

Dari ketiga gerai itu, total omzet yang didapatnya mencapai Rp 120 juta per bulan, dengan laba sekitar 40 persen dari omzet. Lantaran respon pasar positif, sejak tahun 2010, Riyadh resmi menawarkan kemitraan usaha. Saat ini, jumlah gerainya sudah 12 gerai.Perinciannya, tiga milik sendiri dan sisanya milik mitra. Mitra usahanya itu tersebar di beberapa kota, seperti Jakarta, Bekasi, Malang, hingga Balikpapan.

Dalam kemitraan ini, ia menawarkan dua paket investasi. Yakni, paket booth sebesar Rp 39 juta dan paket kafe Rp 110 juta. Berdasarkan pengalamannya, omzet paket booth ditargetkan Rp 500.000-Rp 700.000 per hari. Sementara paket kafe Rp 1,5 juta-Rp 2 juta per hari.Dalam kemitraan ini, ia memasok bumbu dan kemasan kepada seluruh mitra bisnisnya.

Guna mengembangkan usahanya, ia kemudian menawarkan kemitraan pada Oktober 2010. Guna menjaring mitra, Riyadh rajin mengikuti pameran waralaba di daerahnya.Kerja kerasnya tidak sia-sia. Di bulan pertama menawarkan kemitraan, ia sukses menjaring tujuh mitra.

Sukses di usia muda mungkin menjadi impian banyak orang, begitupun Riyadh Ramadhan. Ia tak menyangka, bisnisnya akan tumbuh cepat. Toh begitu, tak mudah membangun bisnis di usia belia.

Riyadh mengaku banyak kendala yang ia hadapi. Misal, ia sempat kesulitan membuat sistem manajerial usaha yang baik. Alhasil, ia sering gonta-ganti karyawan lantaran kinerja pegawainya tak memuaskan. "Karena usia saya yang lebih muda, banyak karyawan yang tak menghormati saya sebagai pimpinan, sehingga kinerja mereka tak maksimal," terangnya.

Tak kehabisan akal, Riyadh pun rajin melahap buku mengenai manajemen dan kepemimpinan. Ia pun kerap mengikuti ajang entrepreneurship bagi anak muda seusianya.

Meski tak menyabet predikat sebagai juara, Riyadh tak berkecil hati. "Tujuan utamanya bukan juara, tapi lebih pada pembelajaran karakter dan jiwa kepemimpinan dari para pengusaha muda," ungkapnya.

Bukan sekadar memetik ilmu, dari ajang kompetisi itu Riyadh juga bisa membuka jaringan yang lebih luas. Dari situ, ia mulai belajar akan pentingnya manajerial usaha agar usaha makin berkembang. "Dalam usaha, pemasaran memang penting tapi belajar menjadi seorang pimpinan yang baik juga tak kalah penting," katanya.

Dari kompetisi tersebut, Riyadh mengaku pikirannya kian terbuka. Masih banyak pekerjaan 
rumah yang harus ia benahi, terutama manajemen usaha. Hal utama yang langsung Riyadh lakukan adalah mengubah gaya kepemimpinannya.

Riyadh bilang, ia sekarang lebih tegas namun bukan berarti berubah jadi pribadi yang galak dan ditakuti karyawannya. Selain itu, ia mencoba menerapkan metode kekeluargaan dalam manajemen Go Crunz.

Dengan perubahan gaya kepemimpinan itu, sekarang manajemen usahanya jauh lebih solid. "Dalam beberapa bulan terakhir, tidak ada lagi gonta-ganti karyawan," jelasnya.

Bukan itu saja, menyadari bahwa ia adalah principal dari sebuah brand yang juga melibatkan orang lain, Riyadh menganggap semua mitra usahanya merupakan saudara dekatnya. Hal ini pula yang membuat dia cenderung lebih selektif memilih mitra usaha.

Salah satu patokannya memilih mitra adalah merasa klop saat pertama kali bertemu dengan calon mitra. "Jadi ada chemistry dalam berkomunikasi," ungkap mahasiswa jurusan Desain Manajemen IBMT International University ini.

Insting itulah yang akhirnya membuat Riyadh memiliki sembilan mitra. Dia mengklaim semuanya loyal dan memenuhi ekspektasi membesarkan franchise Go Crunz.

Kendati bisnisnya makin mengembang, tak membuat Riyadh cepat puas. Ia mengatakan, masih harus terus belajar agar usaha kian membesar. Ia pun menyimpan mimpi bahwa merek Go Crunz dalam beberapa tahun ke depan bisa go international seperti Kebab Baba Rafi milik Hendy Setiono. Ia menyebut Hendy sebagai mentor andal dan telah menginspirasi dirinya.


Sumber Referensi : ciputraentrepreneurship.com
Sumber Gambar : http://www.ciputraentrepreneurship.com/images/stories/news/agst12/gocrunz0812.jpg

7 Tips Sebelum Menjalankan Usaha Franchise/Waralaba


Bisnis waralaba sudah menjamur di kalangan masyarakat, karena bisnis tersebut sangat menjanjikan mendapatkan keuntungan yang sepenuhnya, mungkin bisa melebihi dari modal yang sudah di investasikan. Maka dari itu pebisnis dengan mudahnya menentukan bisnis waralaba sebagai pilihannya. Tapi apakah anda yakin akan pilihan tersebut, oleh karena itu kuatkan mental sebelum menjalani perjalanan bisnis waralaba anda.
Untuk itu pahami kata-kata yang melintas jika ada pertanyaan yang dilontarkan kepada diri anda. Apakah anda memiliki jiwa menjalankan usaha bisnis. Apakah anda sendiri berniat menjalankan bisnis waralaba? Maksudnya, anda hendak akan menjalankan bisnis dengan mengikuti suatu bisnis waralaba yang sudah berjalan?

Jika pikiran dan rasa hati nurani anda menjawab YA, sebaiknya anda putuskan untuk memilih bisnis waralaba atau bisnis franchise sebagai pilihan yang anda lakukan dan yakini nantinya.

Untuk itu, berikut ini ada tujuh hal yang harus anda lihat dan pertimbangkan dalam memilih sebuah bisnis waralaba. Jika keputusan pilihan anda benar, maka keputusan itu akan berbuah manis dan kelancaran pada bisnis waralaba yang anda jalani.

1. Tinjau dan Amati Lokasi
Dimana anda akan membuka bisnis yang anda beli waralabanya tersebut? Lakukanlah sebuah riset pasar untuk mengetahui apakah waralaba yang hendak anda jalankan memang bagus untuk sasaran market atau pasar.

2. Sistem Bisnis Waralaba
Bagaimana sebuah sistemnya? Anda perlu tanyakan ini pada pemilik waralaba. Sehingga anda tahu betul bagaimana sistem bisnis waralaba itu akan berjalan. Dan anda akan tahu betul bagaimana sistem dan mekanisme waralaba tersebut. Jikalau sistem itu sudah berjalan dengan benar, maka bisnis waralaba yang anda jalankan akan begitu mudah mampu mendapatkan sasaran pasar atau market.

3. Bagaimana SOP Bisnis Waralaba

Apakah ada SOP-nya? Apakah SOP itu, SOP merupakan Standar operating procedure, jadi anda harus memiliki SOP jika menjalani sebuah bisnis. Agar standar bisnis yang diberikan menjadi jelas. Dengan SOP tersebut diharapkan suatu mutu layanan bisa terjaga. Dan suatu ketika konsumen mengerti dan mengetahui, bahwa standar mutu layanan bisnis yang anda jalankan memang terbaik.

4. Tanyakan Pembeli Waralaba Lainnya
Ada baiknya sebelum anda memutuskan untuk membeli sebuah waralaba, anda harus bertanya kepada pembeli warala lainnya yang telah memperoleh kesuksesan dan kelancaran. Sehingga anda bisa mengerti dan mengetahui apa tantangan yang mungkin nanti di hadapi ketika bisnis itu berjalan.

5. Cari Tahu Support Bisnis
Bagaimana dukungan bisnis yang diberikan oleh pemilik waralaba atau franchise tersebut? Anda harus tahu cari persoalan penting seperti ini. Sebab dukungan bisnis yang baik sangat dibutuhkan oleh anda. Anda bisa cari tahu apa saja program dukungan yang dibutuhkan ?
Bagaimana strategi pemasaran saat awal launching atau pembukaan hari pertama bisnis waralaba anda? Dukungan apa saja yang diberikan pemilik waralaba saat launching? Bagaimana dukungan bisnis selanjutnya untuk kedepan? Bagaimana pelatihan mengelola suatu bisnis? Bagaimana sistem rekruitmen untuk SDMnya?

6. Sesuai Dengan Dana
Dalam memilih bisnis waralaba, pilihlah bisnis waralaba yang sesuai dengan dana yang anda hendak investasikan. Ada banyak pilihan budget waralaba, dari yang kisaran jutaan, puluhaan juta, ratusan juta sampai milyaran.

7. Bandingkan Antar Waralaba Lainnya
Jika ada bisnis waralaba yang sejenis, anda bisa bandingkan sebelum memutuskan memilih waralaba yang tepat. Anda bisa bandingkan kelebihan masing-masing waralaba serta penawaran apa saja yang dijanjikan kepada anda.

Jika sudah mendapatkan waralaba yang sesuai, maka lakukanlah ACTION tersebut, jangan menunggu waktu yang lama lagi. Jika ACTION sudah ada, maka bisnis anda akan segera berjalan dengan prosesnya waktu. Jika waralaba itu pun offline, anda juga bisa ikuti bisnis waralaba atau bisnis franchise lewat jasa Internet yang sudah menjamur di saat ini. Lakukan pencarian dan pergerakan pada bisnis waralaba anda, sehingga terlihat maju atau tidaknya bisnis waralaba yang anda jalankan. Maka siapkanlah segalanya sebelum menyentuh waralaba tersebut, jika sudah siap maka lakukanlah.

Budidaya Lele Bisa Jadi Pilihan Bisnis Anda


Budidaya sektor perikanan air tawar cukup menarik untuk dijadikan usaha sehingga bisa memberikan kontribusi bagi pendapatan Anda. Salah satu yang bisa dijadikan pilihan adalah lele. Ikan air tawar ini banyak diminati konsumen karena rasa dagingnya yang enak. 
Mario, salah satu pengusaha Lele di Bogor menyatakan, ada sejumlah hal yang harus dipertimbangkan dalam membudidayakan lele. Agar budidaya lele Anda berhasil, Mario mengungkapkan, diperlukan penguasaan tehnik pemijahan yang baik dan benar. "Kuasai tehnik perawatan indukan agar induk selalu siap memijah sesuai dengan kebiasaan di alamnya," kata dia.

Berikut adalah Hal-Hal yang harus diperhatikan untuk memulai Budidaya Lele yang dapat menghasilkan puluhan juta rupiah :

1. Pembenihan (Modal Awal)

Maksudnya untuk menghasilkan benih sampai berukuran tertentu dengan cara mengawinkan induk jantan dan betina pada kolam-kolam khusus pemijahan. Pembenihan lele mempunyai prospek yang bagus dengan tingginya konsumsi lele serta banyaknya usaha pembesaran lele.

Untuk benih, beri pakan yang harganya murah, namun baik kualitasnya. Pakan tambahan seperti tumbuhan Azolla sangat diperlukan karena dapat membantu pertumbuhan benih, mengurangi biaya pakan dan meningkatkan keuntungan.

2.  Sistem Budidaya (Teknik)

Terdapat 3 sistem pembenihan yang dikenal, yaitu :
a. Sistem Massal. Dilakukan dengan menempatkan lele jantan dan betina dalam satu kolam dengan perbandingan tertentu. Pada sistem ini induk jantan secara leluasa mencari pasangannya untuk diajak kawin dalam sarang pemijahan, sehingga sangat tergantung pada keaktifan induk jantan mencari pasangannya.
b. Sistem Pasangan. Dilakukan dengan menempatkan induk jantan dan betina pada satu kolam khusus. Keberhasilannya ditentukan oleh ketepatan menentukan pasangan yang cocok antara kedua induk.
c. Pembenihan Sistem Suntik (Hyphofisasi).Dilakukan dengan merangsang lele untuk memijah atau terjadi ovulasi dengan suntikan ekstrak kelenjar Hyphofise, yang terdapat di sebelah bawah otak besar. Untuk keperluan ini harus ada ikan sebagai donor kelenjar Hyphofise yang juga harus dari jenis lele.

3.  Pembuatan Kolam Lele

Menentukan Jenis-Jenis Kolam lele sangat di perlukan untuk habitat lele, agar kualitas dan kuantitas Produksi lele meningkat.
Secara Teknis pembenihan lele harus mempunyai.
a. Kolam Tandon. Berfungsi untuk pengendapan lumpur, penyimpanan air,  dan penumbuhan plankton.
b. Kolam Pemeliharaan Induk. Berfungsi untuk menampung induk untuk pematangan sel telur dan sel sperma.
c. Kolam Pemijahan. Berfungsi untuk tempat perkawinan antara sang jantan dan sang betina. Kolam ini harus mempunyai tempat yang nyaman, agar proses pembuahan lebih cepat dan baik. Selain itu, kolam harus di berikan ijuk, batu, dan lain-lain sebagai sarana pemberi kenyamanan untuk ikan.
d. Kolam Pendederan. Berfungsi untuk memebesarkan anakan dari lele yang berusia sekitar 3-4 hari.

4. Pemilihan Induk yang berkualitas

- Induk jantan yang baik mempunyai  ciri – ciri sebagai berikut :
·  Tulang kepala berbentuk pipih,
·  Warna lebih gelap,
·  Gerakannya lebih lincah,
·  Perut ramping tidak terlihat lebih besar daripada punggung,
·  Alat kelaminnya berbentuk runcing.

-Sedangkan Induk betina yang baik mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
·  Tulang kepala berbentuk cembung,
·  Warna badan lebih cerah,
·  Gerakan lamban,
·  Perut mengembang lebih besar daripada punggung alat kelamin berbentuk bulat.

5. Persiapan Lahan

a. Pengeringan. Berfungsi membersihkan kolam dari berbagai bibit penyakit.
b. Pengapuran. Memberikan Kapur Dolomit atau Zeloit dosis 60gr/m2 agar keasaman tanah terjaga dan menghilangkan bibit penyakit yang tidak dapat dihilangkan dari proses pengeringan.
c. Perlakuan. TON ( Tambak Organik Nusantara), menetralkan berbagai gas beracun dari budidaya sebelumnya. Penggunaannya harus tepat, 5botolTON/ha atau 25gr (2 Sendok Makan)/100 m2. Penambahan pupuk kandang juga dapat memelihara kesuburan tanah (bila perlu). Dosis TON di usahakan di sesuaikan dengan banyaknya air yang nanti akan di masukkan.
d. Pemasukkan Air. Dilakukan secara bertahap. Pada awal-awal isi air sebanyak 30cm lalu diamkan 3-4 hari dimaksudkan agar plankton dapat tumbuh dan dapat di gunakan pakan alami lele.

6. Pemijahan
Pemijahan adalah proses pertemuan induk jantan dan betian untuk mengeluarkan sel telur dan sel sperma. Tanda induk jantan sudah siap kawin adalah alat kelamin berubah menjadi merah dan tanda induk betina sudah siap untuk membuahi adalah sel telur berwarna kuning.

7. Pemindahan
Cara Pemindahan
·  Kurangi air di sarang pemijahan sampai tinggi air 10-20 cm,
·  Siapkan tempat penampungan dengan baskom atau ember yang diisi dengan air di sarang,
·  Samakan suhu pada kedua kolam,
·  Pindahkan benih dari sarang ke wadah penampungan dengan cawan atau piring,
·  Pindahkan benih dari penampungan ke kolam pendederan dengan hati-hati pada malam hari, karena masih rentan terhadap tingginya suhu air.

8. Pendederan
Pendederan adalah pembesaran hingga lele-lele sudah siap untuk di jual, biasanya berukuran mulai dari 7-9cm dan 9-12cm. Pada permukaan kolam pendederan di sarankan untuk menaruh tanaman enceng gondok agar suhu air dalam kolam tersebut terjaga sehingga lele tidak gampang stress.

9. Manajemen Pakan
Pakan lele dapat berupa :
·  Pakan alami berupa plankton, jentik-jentik, kutu air dan cacing kecil (paling baik) dikonsumsi pada umur di bawah 3 - 4 hari.
·  Pakan buatan untuk umur diatas 3 - 4 hari. Kandungan nutrisi harus tinggi, terutama kadar proteinnya.
·  Untuk menambah nutrisi pakan, setiap pemberian pakan buatan dicampur dengan POC NASA + VITERNA Plus dengan dosis 1 - 2 cc/kg pakan (dicampur air secukupnya), untuk meningkatkan pertumbuhan dan ketahanan tubuh karena mengandung berbagai unsur mineral penting, protein dan vitamin dalam jumlah yang optimal.

10. Manajemen Air
Ukuran kualitas air dapat dinilai secara fisik :
·  Air harus bersih,
·  Berwarna hijau cerah,
·  Kecerahan/transparansi sedang (30 - 40 cm).

Ukuran kualitas air secara kimia :
·  Bebas senyawa beracun seperti amoniak,
·  Mempunyai suhu optimal (22 - 26 0C).

Untuk menjaga kualitas air dan optimal berikan pupuk TON ( Tambak Organik Nusantara). TON yang mengandung unsur protein, lemak dan lain lain dapat menyuburkan tanah yang nantinya dapat menumbuhkan pakan alami untuk lele.

11. Manajemen Kesehatan
Pada dasarnya, anakan lele yang dipelihara tidak akan sakit jika mempunyai ketahanan tubuh yang tinggi. Anakan lele menjadi sakit lebih banyak disebabkan oleh kondisi lingkungan (air) yang jelek. Kondisi air yang jelek sangat mendorong tumbuhnya berbagai bibit penyakit baik yang berupa protozoa, jamur, bakteri dan lain-lain. Maka dalam menejemen kesehatan pembenihan lele, yang lebih penting dilakukan adalah penjagaan kondisi air dan pemberian nutrisi yang tinggi. Dalam kedua hal itulah, peranan TON,POC NASA, VITERNA Plus sangat besar. Namun apabila anakan lele terlanjur terserang penyakit, dianjurkan untuk melakukan pengobatan yang sesuai. Penyakit-penyakit yang disebabkan oleh infeksi protozoa, bakteri dan jamur dapat diobati dengan formalin, larutan PK (Kalium Permanganat) atau garam dapur. Penggunaan obat tersebut haruslah hati-hati dan dosis yang digunakan juga harus sesuai.

                              Teknis Budidaya | Budidaya Lele

Postingan Populer

Postingan Terbaru

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Bisnis.kus - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website Inspired Wordpress Hack
Proudly powered by Blogger